BAB V : INDIVIDU DAN MASYARAKAT
Telah dibicarakan bahwa manusia adalah
makhluk yang lahir sebagai individu tetapi hidup bermasyarakat. Setiap orang
mempunyai kemerdekaan individual à ini merupakan hak asasinya yang
utama. Tetapi hak asasi tersebut harus diletak-kan dalam kerangka kehidupan
bersama di masyarakat. Bermasyarakat bukan saja merupakan kenyataan tetapi juga
keharusan yang tak terhindari. Mengapa? Karena kebutuhan perorangan tidak
mungkin dipenuhi secara memuaskan kecuali dengan kerja sama yang baik antara
anggota masyarakat.
Manusia adalah makhluk yang memiliki
kebutuhan hidup tak berbatas.
·
Manusia bukan hanya perlu makan
sekedar mengandung unsur-unsur yang diperlukan tubuh à
tetapi memerlukan makanan yang bermacam-macam : karbohidrat, sayuran, telor,
daging, susu. Makanan itu harus bervariasi, nikmat di lidah, sedap dipandang,
dimakan dalam suasana indah, dll.
·
Manusia bukan hanya perlu pakaian
sekedar menutupi tubuh, akan tetapi memerlukan pakaian yang bervariasi, enak
dipakai, indah dipandang, sesuai dengan kepribadian pemakainya, dsb.
·
Manusia bukan hanya perlu tempat
tinggal sekedar dapat memenuhi kebutuhan berteduh à
tetapi memerlukan tempat tinggal yang nyaman, hangat, indah, bisa digunakan
untuk melakukan berbagai aktivitas seperti tidur, menerima tamu, makan, mandi,
berolah raga, dan sebagainya.
·
Manusia pun membutuhkan kehormatan,
rasa memiliki, rasa mampu, kekuasaan, cinta kasih, dan banyak lagi.
à semua kebutuhan manusiawi itu hanya
bisa dipenuhi dengan cara bekerja sama di dalam masyarakat. Mengapa?
Karena
kemampuan individual itu sangat terbatas. Manusia tidak mungkin memenuhi
kebutuhannya bila setiap orang harus menaman padi sendiri, berburu hewan
sendiri, memasak sendiri, menenun dan menjahit pakaiannya sendiri, mengajar
anak-anaknya sendiri à kemampuan yang
ada pada masing-masing orang tidak akan berkembang.
Tiap orang
mempunyai sifat dan potensi yang berlain-lainan. Masing-masing
orang mempunyai kelebihan dan kekurangan.
![]() |
à orang dapat dan harus saling memberikan kelebihan à berkembanglah profesi dan pendapatan yang bermacam-macam. Surah az-Zuhruf ayat 32 menyatakan:
“Kami Allah yang membagi-bagikan di antara
mereka, penghidupan mereka di dunia”.
Dengan demikian maka berlangsunglah kerja
sama di antara orang-orang dari berbagai profesi.
-
Petani memberikan kelebihan hasilnya
kepada para guru, dokter, insinyur, pedagang
-
Guru mendidik anak orang-orang lain,
termasuk anak petani
-
Dokter mengobati penyakit para
anggota masyarakat, termasuk petani, guru, pedagang dan keluarganya
-
Pedagang membawakan barang-barang
kebutuhan seluruh masyarakat.
Dan seterusnya.
Kerjasama yang harmonis akan menguntungkan
semua orang. Namun setiap orang mempunyai nafsu à cenderung
mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya bagi diri sendiri à
yang berlangsung bukanlah kerja sama tetapi eksploitasi (pemerasan seseorang
kepada orang lain). Orang-orang yang mempunyai potensi dan kedudukan strategis
memiliki peluang besar untuk melakukan eksploitasi.
-
Eksploitasi pedagang kepada kosumen à
dengan menimbun barang sehingga harga naik.
-
Eksploitasi pemilik pabrik kepada
buruh-buruhnya.
-
Eksploitasi pemegang kekuasaan
kepada rakyat,
Dan sebagainya.
à Supaya kerjasama di dalam
masyarakat berlangsung harmonis, setiap anggota masyarakat harus mengendalikan
nafsunya.
à Pengendalian nafsu dicapai dengan
iman dan ibadah kepada Allah.
Dengan demikian pengendalian nafsu bukan
saja penting untuk membina hablun
minalloh tetapi juga untuk memelihara hablun
minannas yang baik.
Telah dikemukakan bahwa kemerdekaan
individual harus diletakkan dalam kerangka kehidupan bermasyarakat.
-
Kemerdekaan individual yang
sepenuhnya, hanya dapat diperoleh apabila seseorang sepenuhnya sendirian.
-
Begitu dia bersama dengan orang lain
à
kemerdekaannya itu dibatasi oleh kemerdekaan orang lain.
-
Tanpa pembatasan pasti terjadi
benturan kepentingan di antara individu à perlu disusun aturan-aturan di
dalam masyarakat.
-
Aturan tersebut pada hakekatnya
membatasi kemerdekaan individual, tetapi menjamin kemerdekaan bersama.
-
Karena setiap orang ingin memperoleh
kemerdekaan individual yang seluas-luasnya à terjadi tarik menarik di antara
anggota masyarakat terntang aturan bersama tersebut. à
aturan harus disepakati oleh semua orang, melalui musyawarah yang didasari oleh
semangat untuk membina harmoni di dalam masyarakat.
-
Di dalam aturan sosial yang baik,
setiap anggota masyarakat memperoleh hak-haknya secara optimal dengan mengakui
dan menghormati hak-hak orang lain.

No comments:
Post a Comment